1. Penyabar dan tidak pemarahAda sebuah kejadian menarik yang diceritakan oleh Abdullah ibnu Thahir.” pada suatu hari saya bersama AlMakmun ( Khalifah bani Abbasiyah), lalu beliau memanggil pelayannya,”ghulam ! tidak dijawab, “ghulam” ! tidak di jawab. baru yang ketiga kalinya seorang pelayan keluar sambil berkata,” Apakah pelayan tidak berhak makan dan minum? bukankah saya baru saja melayani anda, kenapa dipanggil-panggil lagi?” , mendengar itu Al Makmun tertunduk. saya curiga jangan-jangan beliau menyuruh ku untuk memenggal kepala pelayan itu. Kemudian dia mengangkat kepalanya dan memandang saya,” wahai Abdullah, “jika ada majikan yang baik, justru pelayannya yang buruk. Tapi saya tidak mau berprilaku buruk untuk memperbaiki prilaku pelayan saya”. (Abdullah Nasih Ulwan dalam Tarbiyatul Aulad Fi Islam).
2. Lemah lembut dan menghindari kekerasan
Rasulullah saw bersabda, ” Allah itu Maha Lemah Lembut, cinta kelemah-lembutan. diberikan kepada kelembutan apa yang tidak diberikan kepada kekerasan dan kepada selainnya”. (HR.Muslim dari Aisyah).
3. Hatinya penuh rasa kasih sayang
Rasulullah saw bersabda,” Sesungguhnya setiap pohon itu berbuah. Buah hati adalah anak. Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak sayang kepada anaknya. Demi Dzat yang jiwaku ada di Tangan-Nya, tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersifat penyayang”.
4. Memilih yang termudah di antara dua perkara selagi tidak berdosa
Aisyah berkata,” Tidaklah dihadapkan kepada Rasulullah antara dua perkara melainkan akan dipilihnya perkara yang paling mudah selama hal itu tidak berdosa. Jika itu berdosa maka beliaulah orang yang paling jauh meninggalkannya…”( HR.Muttafaq ‘alaih)
5. Fleksibel
yang dimaksud fleksibel disini bukan berarti lemah dan kendor. melainkan sikap fleksibel dan mudah yang tetap di dalam koridor syariah.
6. Tidak emosional
Dalam pendidikan sifat emosional harus dijauhi. bahkan bisa menjadi faktor kegagalan dalam pendidikan. Maka ketika ada orang yang meminta nasehat kepada Nabi agar diberi pesan khusus, tiga kali memintanya agar tidak suka marah.
Rasulullah saw juga bersabda,” orang yang kuat itu bukan karena kekuatannya dalam berkelahi, tapi karena kemampuannya mengendalikan diri ketika sedang marah”.(HR.Muttafaq ‘alaih)
7. Bersikap moderat dan seimbang
Ekstrim dan berlebih-lebihan adalah sikap tercela. Jika harus marahpun ada tempatnya dan tidak sampai menyebabkan tindakan keluar dari kebenaran.
Ada seorang yang mengadu kepada Rasululah bahwa ia akan datang terlambat dalam shalat shubuh karena si fulan yang jadi Imam suka memanjangkan shalatnya. Lalu ketika berpidato, beliau bersabda,” Wahai manusia ! Ada diantara kalian yang menyebabkan orang lari dari islam. Maka siapa saja yang menjadi imam, hendaklah mempersingkat shalatnya. Karena di belakang kalian ada orang tua, anak kecil, dan orang yg punya keperluan”.(HR.Muttafaq ‘Alaih)
8. Ada senjang waktu dalam memberi nasehat
Imam Ibnu Hanifah berpesan kepada para muridnya,” Janganlah kalian mengajarkan fiqih kalian kepada orang yang sudah tidak berminat”. Ibnu Mas’ud hanya memberi nasehat kepada para shahabatnya setiap hari Kamis. Maka ada seseorang yang berkata,” wahai Abu Abdur Rahman, alangkah baiknya jika anda memberi nasehat kepada kami setiap hari.. Beliau menjawab,” saya tidak ingin membuat kalian merasa bosan dan saya memberi senjang waktu dalam memberi nasehat sebagaimana Rasulullah melakukan terhadap kam”.(HR.Muttafaq ‘alaih)
Demikian sebagian sifat-sifat yang harus dimiliki para pendidik baik itu orang tua maupun guru. semoga bermanfaat.
Sumber :manhaj tarbawiyah Nabawiyah lith thif - usahamaju.com